Italia Memperoleh Kerugian Besar Setelah Gagal Lolos

Italia Memperoleh Kerugian Besar Setelah Gagal Lolos

Piala Dunia Resmi – Kegagalan tampak di Piala Dunia 2018 buat Italia disebut-sebut rugi besar. Totalnya diklaim hampir menjangkau satu miliar euro atau sekitaran Rp 16 triliun.

Italia Memperoleh Kerugian Besar Setelah Gagal Lolos

Italia tidak berhasil tampak di Rusia selesai kalah dari Swedia di playoff Piala Dunia. Menyerah 0-1 di leg pertama, Gli Azzurri ditahan 0-0 di leg ke-2, Selasa (14/11/2017) awal hari WIB.

Hasil itu buat Italia untuk pertama kalinya tidak berhasil ke Piala Dunia dalam kurun saat 60 th. paling akhir. Tidak hanya rugi dengan moril karna tidak berhasil turut dan dengan tim-tim paling baik dunia, Italia juga rugi dengan materiil mengingat mereka tidak berhasil memperoleh pemasukan dalam jumlah besar.

Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) di masa 2001-2006, Franco Carraro, mengklaim, Italia punya potensi tidak untung hingg satu miliar euro atau sekitaran RP 16 T. Kerugian sebesar itu dinilai bukan hanya dari pendapatan iklan yang akan alami penurunan, tapi juga masalah hak siar dan merchandise.

” Bahkan juga dapat semakin besar, termasuk juga karna melupakan penjualan paket perjalanan ke Rusia oleh agen travel, ditambah rotasi perusahaan judi dan bar serta restoran di semua negara sepanjang kompetisi, ” ucap Carraro pada WA Today berdasar pada laporan Bloomberg.

Dengan Piala Dunia di gelar bln. Juni sampai Juli, jadi Italia baru dapat melakukan pertandingan kompetitif sekitaran bln. September waktu Kwalifikasi Piala Eropa 2020 diawali. Hal tersebut yang buat pemasukan iklan serta hak siar kompetisi Italia akan terpangkas.

Diluar itu, kegagalan Italia maju ke Piala Dunia 2018 berikan efek penting pada penyokong seragam, Puma. Bahkan juga saham product apparel asal Jerman itu itu segera turun per Selasa.

Chen Grazutis, analis dari Bloomberg mengklaim, Puma ditaksir alami kerugian menjangkau 1, 5 juta dolar dari kegagalan Italia maju ke Piala Dunia 2018.

” Dengan harga rata-rata jerseynya menjangkau 80 dolar hingga 90 dolar, kerugian penjualan ini dapat menjangkau 140 juta dolar, ” Grazutis menyatakan.